Teknologi Tepat Guna Dongkrak Produksi Roti Bagelan Khas Banyuwangi hingga 100 Persen

Teknologi Tepat Guna Dongkrak Produksi Roti Bagelan Khas Banyuwangi hingga 100 Persen

BANYUWANGI – Inovasi teknologi tepat guna mulai membawa perubahan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) roti bagelan khas Banyuwangi. Melalui penerapan teknologi mixer, divider, dan rounder, kapasitas produksi salah satu UMKM di Kelurahan Temenggungan, Kabupaten Banyuwangi, berhasil meningkat hingga dua kali lipat.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim dosen Universitas PGRI Banyuwangi. Tim yang terdiri atas Charis Fathul Hadi, Muhamad Khoirul Anam, dan Muhammad Zainal Roisul Amin memberikan pendampingan teknologi kepada UMKM produk roti dan kue milik Kavi Nirmala.

Sebelum mendapatkan sentuhan teknologi, proses produksi masih banyak dilakukan secara manual. Pengadukan adonan membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar. Pembagian adonan seberat sekitar 10 gram juga dilakukan satu per satu menggunakan timbangan, sementara proses pembentukan adonan menjadi bulat dikerjakan secara manual.

Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi terbatas. Dalam satu kali proses, UMKM tersebut hanya mampu mengolah sekitar 3 kilogram adonan dan maksimal melakukan produksi sebanyak tiga kali dalam sehari. Selain membutuhkan waktu lebih lama, metode manual juga membuat ukuran dan bentuk adonan belum sepenuhnya seragam.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian merancang dan menerapkan teknologi yang mengintegrasikan proses pencampuran, pembagian, serta pembulatan adonan dalam satu rangkaian kerja. Mixer digunakan untuk mempercepat proses pengadukan, sedangkan divider dan rounder membantu menghasilkan potongan adonan dengan berat lebih presisi dan bentuk yang lebih seragam.

Hasilnya cukup signifikan. Kapasitas pengolahan adonan meningkat dari sebelumnya sekitar 3 kilogram menjadi 6 kilogram dalam satu kali proses. Frekuensi produksi pun meningkat dari tiga kali menjadi enam kali dalam sehari. Artinya, produktivitas UMKM meningkat sebesar 100 persen.

Tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, penerapan teknologi tersebut juga mengurangi beban kerja manual dan membantu menghasilkan ukuran adonan yang lebih seragam. Keseragaman menjadi faktor penting bagi UMKM yang ingin memperluas pasar, terutama untuk masuk ke pusat oleh-oleh, supermarket, maupun kawasan wisata yang membutuhkan konsistensi kualitas produk.

 

Tak Hanya Produksi, Pemasaran Juga Diperkuat

Pengembangan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi. Tim pengabdian juga memberikan perhatian terhadap aspek pemasaran.

Sebelumnya, pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional dengan jangkauan yang relatif terbatas. Identitas merek dan desain kemasan juga dinilai masih perlu diperkuat agar produk lebih menarik dan memiliki daya saing ketika memasuki pasar yang lebih luas.

Karena itu, pendampingan turut diarahkan pada penguatan identitas produk, perbaikan desain kemasan, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Strategi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran roti bagelan hingga pusat oleh-oleh, supermarket, dan kawasan wisata di Banyuwangi.

Kavi Nirmala sendiri telah menjalankan usaha produksi roti sejak 2018. Berbekal pengalaman bekerja di bidang produksi roti selama sekitar lima tahun di Surabaya, ia kemudian mengembangkan usaha secara mandiri di Banyuwangi. Usaha tersebut saat ini melibatkan tiga orang, terdiri atas pemilik dan dua tenaga bantu yang terutama menangani pengemasan dan penjualan.

Dari sisi ekonomi, usaha tersebut sebelumnya telah mampu membukukan omzet sekitar Rp96 juta per tahun atau rata-rata Rp8 juta per bulan. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan penguatan pemasaran, usaha roti bagelan tersebut memiliki peluang untuk berkembang lebih besar.

Tim pengabdian juga memberikan sosialisasi dan pelatihan agar mitra mampu mengoperasikan serta merawat peralatan secara tepat, aman, dan efektif. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar teknologi yang diberikan tidak hanya meningkatkan produksi dalam jangka pendek, tetapi dapat digunakan secara berkelanjutan.

Keberhasilan peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing UMKM pangan lokal. Roti bagelan yang selama ini menjadi salah satu produk pangan khas Banyuwangi memiliki peluang untuk naik kelas apabila didukung proses produksi yang efisien, kualitas yang konsisten, kemasan yang menarik, serta pemasaran digital yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, inovasi teknologi tidak hanya berhenti pada pengembangan alat, tetapi dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas, efisiensi, dan peluang pengembangan usaha masyarakat.

 

 

Apresiasi untuk Dukungan Program

Pelaksanaan program pengembangan UMKM roti bagelan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang telah memberikan dukungan pendanaan melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas PGRI Banyuwangi serta mitra UMKM produk roti dan kue milik Kavi Nirmala di Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna dan penguatan UMKM pangan lokal agar semakin produktif, berdaya sai

ng, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!