Dokumentasi penyegelan tower telekomunikasi oleh warga
BANGKALAN — Rasa kecewa mendalam memuncak di tengah masyarakat Dusun Keramat, Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Ketegangan warga terhadap keberadaan infrastruktur telekomunikasi di wilayah mereka akhirnya pecah menjadi aksi nyata di lapangan.
Aksi tegas tersebut dipimpin langsung oleh H. Marsudi bersama sejumlah perwakilan warga setempat. Tanpa ragu, massa mendatangi lokasi dan langsung melakukan penyegelan pada pintu masuk utama area tower telekomunikasi tersebut. Rabu 14 Oktober 2026
Langkah drastis penyegelan pintu tower ini diambil sebagai bentuk protes keras atas keluhan warga yang tak kunjung mendapat perhatian. Warga menilai pihak pengelola maupun pemilik infrastruktur terkesan tutup mata dan menyepelekan aspirasi masyarakat sekitar.
Kekecewaan warga kian memuncak karena jauh sebelum aksi penyegelan ini terjadi, Ia menyebut tindakan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan setelah upaya penyelesaian melalui somasi tidak membuahkan hasil, namun hingga enam bulan berlalu, tidak ada sedikit pun tanggapan atau iktikad baik dari pihak pengelola. tutur H. Marsudi
Kekhawatiran utama masyarakat bersumber dari letak bangunan tower yang dinilai sangat berisiko. Jarak antara pemukiman atau rumah tinggal warga dengan berdiri tegaknya tower tersebut hanya berkisar sekitar 50 meter.
Jarak yang sangat dekat ini menimbulkan kecemasan mendalam bagi keselamatan dan kenyamanan warga sehari-hari. Selain potensi dampak radiasi dan gangguan sinyal, masyarakat juga dibayangi rasa takut akan bahaya fisik seperti ancaman robohnya struktur tower maupun sambaran petir saat cuaca buruk.
H. Marsudi beserta warga menegaskan bahwa pintu masuk tower akan tetap disegel sampai ada respons konkret dan dialog yang adil dari pihak pengelola. Warga menuntut agar keberadaan tower tersebut dievaluasi demi demi menjamin kejelasan serta keselamatan pemukiman masyarakat Keramat. tegasnya.
(Taufik).











