BANGKALAN || timesmerahputih.com -Dua siswa UPTD SMPN 1 Tragah berhasil mengharumkan nama sekolah pada ajang Olimpiade Olahraga Pelajar Bangkalan (O2PB) 2026 cabang Pencak Silat. Bertanding di GOR SAKA Bangkalan, keduanya berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perunggu.
Kedua pesilat tersebut adalah Shifa Anastasya yang meraih Juara 1 Kelas F SMP Putri Kategori Pemasalan, dan Rima Novi Yanti yang meraih Juara 3 Kelas E SMP Putri Kategori Pemasalan. hal itu, disampaikan oleh Kepala UPTD SMPN 1 Tragah, Suparni, S.Pd., M.Pd., sebagai ungkapan rasa bangga atas perjuangan anak didiknya.
“Atmosfer GOR SAKA Bangkalan membara dalam riuh semangat O2PB yang diselenggarakan Dispora. Di tengah ketatnya persaingan arena pencak silat, dua pesilat muda UPTD SMPN 1 Tragah mengukir kisah perjuangan luar biasa yang menguji batas fisik dan keteguhan mental mereka,” ujar Suparni, Minggu (6/9/2026).
Menurut Suparni, medali yang diraih bukan hanya tentang angka di papan skor. “Ini adalah simbol ketangguhan jiwa, pengorbanan, dan dedikasi tinggi untuk sekolah tercinta UPTD SMPN 1 Tragah,” katanya.
Perjuangan Shifa Anastasya menuju podium juara tidak mudah. Di tengah jeda pertandingan, ia tiba-tiba terserang pusing hebat. Tubuhnya limbung dan kesadarannya sempat melayang di tepi gelanggang. “Tim medis dan pelatih sempat panik melihat kondisi Shifa yang wajahnya pucat dan nafasnya tersengal,” tutur Suparni.
Namun tekad Shifa untuk tidak menyerah jauh lebih besar dari rasa sakit yang dirasakannya. Dengan sisa stamina dan mental baja, ia kembali masuk gelanggang dan menuntaskan laga. Hasilnya, dewan juri menobatkannya sebagai Juara 1.
Kisah heroik juga ditunjukkan Rima Novi Yanti. Turun di Kelas E, ia harus bertarung sambil menahan sakit akibat benturan keras di awal pertandingan yang membuat lehernya cedera.
“Rasa sakit yang menusuk tidak lantas meruntuhkan nyalinya. Meski harus menahan nyeri di setiap gerakan, Rima memilih untuk terus bertahan dan memberikan performa terbaiknya di atas matras,” jelas Suparni.
Dengan semangat pantang menyerah, Rima akhirnya berhasil mengamankan posisi Juara 3 dan membawa pulang medali perunggu.
Suparni mengapresiasi kerja keras pelatih serta dukungan orang tua yang selama ini mendampingi latihan. Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
“GOR SAKA malam itu membuktikan satu hal: juara sejati bukan hanya yang berdiri di podium, tapi mereka yang memilih untuk tetap bertarung meski tubuhnya hampir menyerah,” pungkas Suparni.
(Azis).











