SURABAYA, timesmerahputih.com – Komitmen meningkatkan kompetensi dan profesionalisme jurnalistik terus menjadi bagian penting dalam perjalanan insan pers di daerah. Hal itu ditunjukkan Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, S.Pd, dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan di Surabaya, Sabtu (19/09/2026).
Kegiatan yang difasilitasi KG Kompas dan Google tersebut mempertemukan puluhan wartawan dari berbagai daerah. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana serius namun tetap penuh kebersamaan, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi selama pelaksanaan UKW.
Dalam salah satu sesi, Syaiful Anam terlihat mengikuti proses kegiatan bersama sejumlah peserta dalam satu meja uji. Peserta tampak membawa perangkat kerja masing-masing, mengikuti materi, serta menjalani tahapan yang menuntut ketelitian, konsentrasi dan kemampuan jurnalistik.
Bagi Anam, UKW bukan sekadar proses memperoleh sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menguji kembali kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas secara profesional, mulai dari menggali informasi, melakukan verifikasi, menyusun berita hingga mempertanggungjawabkan karya jurnalistik kepada publik.
Semangat tersebut ia sampaikan melalui pesannya seusai mengikuti rangkaian kegiatan. “Cape bole, putus asa no way.. bole dari Papua hingga Jawa.., makasi KG Kompas dan Google atas dedikasinya..”
Ungkapan tersebut menggambarkan semangat peserta yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti proses peningkatan kapasitas kewartawanan.
Dokumentasi lain memperlihatkan Anam menerima sertifikat setelah menyelesaikan rangkaian UKW. Momen tersebut menjadi salah satu bagian penting setelah peserta melewati proses uji yang membutuhkan kesiapan pengetahuan, keterampilan, ketelitian dan ketahanan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Memang sulit namun Alhamdulillah bisa. Terimakasih penguji dan penyelenggara, kami akan kian berkarya,” ujar Anam.
Menurutnya, pengalaman mengikuti UKW sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita, tetapi juga harus memahami prinsip akurasi, keberimbangan, verifikasi dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Pers.
Foto bersama seluruh peserta setelah rangkaian kegiatan juga memperlihatkan keberagaman latar belakang wartawan yang mengikuti UKW. Para peserta berasal dari berbagai wilayah dan berkumpul dalam satu forum untuk meningkatkan kapasitas profesi.
Keikutsertaan Ketua Pejalan Bangkalan dalam kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa peningkatan kompetensi wartawan di daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi organisasi kewartawanan seperti Pejalan, kompetensi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kualitas karya jurnalistik. Wartawan yang memahami standar profesinya diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang tidak sekadar cepat, tetapi juga akurat, berimbang, terverifikasi dan memiliki kepentingan publik yang jelas.
Momentum UKW di Surabaya itu juga dapat menjadi pengalaman yang dibawa kembali ke Bangkalan. Pengetahuan dan pengalaman selama proses pengujian dapat menjadi bahan untuk memperkuat budaya kerja jurnalistik di lingkungan wartawan daerah.
Terlebih, tantangan media saat ini semakin kompleks. Perkembangan media digital membuat informasi bergerak sangat cepat, sementara wartawan tetap dituntut melakukan verifikasi sebelum sebuah informasi disampaikan kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kompetensi wartawan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menulis berita. Kompetensi juga menyangkut kemampuan membaca persoalan, menentukan kepentingan publik, melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, membedakan fakta dengan opini serta menjaga independensi dalam proses jurnalistik.
Rangkaian pelaksanaan UKW mulai dari proses peserta mengikuti kegiatan, momen penerimaan sertifikat hingga foto bersama menggambarkan satu rangkaian perjalanan belajar, diuji dan kemudian membawa pengalaman tersebut kembali ke ruang kerja jurnalistik.
Bagi Anam, capaian mengikuti UKW bukan menjadi akhir, melainkan bagian dari proses untuk terus memperbaiki kualitas karya. “Kami akan kian berkarya,” tegasnya.
Semangat tersebut menjadi relevan bagi perkembangan pers lokal, khususnya di Bangkalan. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kehadiran wartawan yang bekerja berdasarkan standar jurnalistik menjadi bagian penting dalam menyediakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari Surabaya, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang sertifikat kompetensi, tetapi juga tentang komitmen untuk terus belajar dan menjaga marwah profesi. “Wartawan kompeten, informasi berkualitas, masyarakat cerdas”.











