Diduga Kebal Hukum, Warung Angkringan Berdiri di Atas Plengsengan Pengairan Banyuwangi, Satpol PP Dipertanyakan

BANYUWANGI,— Times Merah putih.com//Sebuah bangunan permanen yang digunakan sebagai warung angkringan di kawasan Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan warga karena diduga berdiri di atas plengsengan saluran pengairan.

Bangunan tersebut dinilai melanggar aturan sempadan saluran dan dikhawatirkan mengganggu fungsi infrastruktur pengairan. Pantauan di lokasi pada Senin (11/5/2026) menunjukkan bangunan berdiri menempel di area plengsengan dengan pondasi permanen.

Sejumlah warga mengaku heran lantaran usaha tersebut tetap beroperasi meski keberadaan bangunannya diduga menyalahi aturan.

“Pemilik usaha seolah merasa kebal hukum. Sudah tahu salah, tapi tetap melanjutkan usaha warung angkringan,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mempertanyakan pengawasan dan penegakan aturan dari pihak terkait, termasuk Satpol PP Kabupaten Banyuwangi sebagai aparat penegak Peraturan Daerah (Perda). Menurut warga, apabila bangunan tersebut benar melanggar aturan sempadan saluran pengairan, seharusnya ada langkah pengamanan, penertiban, atau minimal teguran resmi dari instansi terkait.

“Kalau memang menyalahi aturan, bagaimana pengamanan dari Satpol PP atau pihak terkait? Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran,” kata warga lainnya.

Selain itu, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah setempat karena hingga kini belum terlihat adanya tindakan maupun penjelasan resmi terkait keberadaan bangunan tersebut.

Sementara itu, pihak Kelurahan Sobo belum memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran tersebut. Awak media juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi dan Satpol PP Banyuwangi, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban resmi.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran aturan tata ruang maupun pemanfaatan aset pengairan.

Reporter NURSALIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Heru Satriyo Buka Kegiatan The Biggest Culture of Jatim Bersama MAKI Jatim, Pancoran Grup Perkuat Sinergi Sosial

BANYUWANGI – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka kegiatan kebersamaan The Biggest Culture of Jatim ...

Jaga Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan Gelar Patroli Dialogis di Kawasan Kampus UTM

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan ...

Sukonatar Siap Wujudkan Desa Bersinar: Ajak Ratusan Desa di Banyuwangi Bersatu Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

BANYUWANGI , -Times Merah putih.com//Gelora pencegahan bahaya narkoba membara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, pada Kamis siang, 29 Oktober ...

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...

Sinergi HMI dan MUI Bangkalan Bedah Buku Lingkungan: “Keadilan Ekologis Bukan Hadiah Penguasa, Melainkan Hak Hakiki Warga Negara”

Foto: Kegiatan bedah buku lingkungan oleh HMI cabang Bangkalan dan MUI Bangkalan BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ...
error: Content is protected !!