LKKNU Banyuwangi Kota Gelar Keluh Kisah, Bekali Generasi Muda Ilmu Keluarga dan Cinta yang Berkah

BANYUWANGI – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi keluarga muda saat ini, Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Banyuwangi Kota terus berikhtiar menghadirkan ruang pembelajaran yang menyejukkan. Melalui program Keluh Kisah: Zona Curhat Seputar Keluarga, LKKNU Banyuwangi Kota mengajak generasi muda mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga sarat nilai ibadah.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Untag Banyuwangi, Jumat (29/5/2026), tersebut dikemas dalam format intimate sharing session dan menghadirkan Lora Ismail Kholili, penulis buku Kompas Kehidupan yang dikenal aktif menyampaikan dakwah dan edukasi keluarga di berbagai forum serta media sosial.

Dalam paparannya, Lora Ismail mengajak peserta memandang cinta bukan sekadar perasaan, melainkan amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan ilmu. Ia mengulas berbagai pandangan ulama, mulai dari Ibnu Hazm, Ibnu Qayyim hingga ulama kontemporer, mengenai hakikat cinta dalam perspektif Islam.

“Untuk merawat cinta, itu perlu antaradli, yaitu sifat saling memaklumi satu sama lain. Sifat saling memaklumi ini tidak akan ada tanpa adanya sikap saling memahami,” ujarnya sembari mengutip hadis dan pandangan para ulama.

Wakil Ketua MWCNU Banyuwangi, H. Ahsanul Khuluq, saat membuka acara menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga muda. Menurutnya, tingginya angka perceraian yang terjadi di Banyuwangi perlu direspons melalui langkah-langkah edukatif yang menyentuh akar persoalan.

“Salah satunya dengan memberikan edukasi guna mempersiapkan mentalitas dan pengetahuan dalam berkeluarga, khususnya bagi mereka yang akan membangun rumah tangga atau yang baru memulai,” katanya.

Forum yang diikuti kalangan muda, mulai dari peserta pra-nikah hingga pasangan muda, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak berdialog tentang berbagai persoalan yang kerap muncul dalam hubungan dan kehidupan rumah tangga.

Ketua LKKNU Banyuwangi Kota, Fitriyah, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi seputar keluarga ini telah memasuki pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar pada bulan Ramadan. Ke depan, program tersebut akan menjadi agenda rutin bulanan.

“Kali ini programnya kami beri nama Keluh Kisah: Zona Curhat Seputar Keluarga. Ini merupakan amanah dari Ketua MWCNU Banyuwangi agar NU bisa hadir menjawab problematika keumatan,” ujarnya.

Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan tersebut juga diisi penggalangan donasi sukarela melalui Lazisnu MWCNU Banyuwangi yang nantinya digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dipandu moderator Meydiana, diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari persoalan hubungan sebelum menikah, komunikasi dalam keluarga, hingga tantangan menjaga komitmen di tengah derasnya pengaruh media digital.

Suasana perpustakaan yang biasanya tenang berubah menjadi ruang perjumpaan ilmu, pengalaman, dan refleksi kehidupan. Para peserta diajak memahami bahwa cinta bukanlah perjalanan yang selalu mudah dan bebas ujian. Cinta yang matang adalah cinta yang tumbuh bersama kesabaran, saling menguatkan dalam keterbatasan, serta menjadikan ridha Allah SWT sebagai tujuan utama.

Sebab dalam pandangan Islam, keberhasilan sebuah rumah tangga tidak hanya diukur dari kebahagiaan lahiriah, tetapi juga dari keberkahan yang mengiringinya. Ketika cinta diletakkan dalam bingkai ibadah, maka setiap pengorbanan, kesetiaan, dan kesabaran akan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
“Rumah tangga bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan menyatukan dua perjalanan hidup yang harus diarahkan menuju kemaslahatan. Karena itu, pemuda perlu dibekali ilmu agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujarnya.
Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan Dewan Pakar LKKNU Banyuwangi sekaligus Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat. Menurutnya, forum semacam ini sangat penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan kegelisahan mereka terkait hubungan, keluarga, dan masa depan.

Ia menambahkan, di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, generasi muda membutuhkan ruang dialog yang sehat serta panduan yang benar dalam memandang cinta dan kehidupan berkeluarga.

“Ketika cinta dipahami sebagai bagian dari ibadah, maka hubungan yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan sesaat, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luhur,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, LKKNU Banyuwangi Kota berharap semakin banyak generasi muda yang menyadari bahwa membangun keluarga bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan menata jalan panjang menuju keluarga yang penuh keberkahan, ketenangan, dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sabung Ayam Akhir Pekan di Desa Weru Disorot, Polres Kediri Diminta Bertindak

KEDIRI, — Aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Weru, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disebut masih berlangsung secara terbuka ...

Polemik Polis Prudential Syariah Memanas: Nasabah Somasi, Tuntut Pemulihan dan Siapkan Laporan ke OJK

SURABAYA, 14 September 2026 — Praktek penghentian polis secara sepihak (lapse) kembali memicu perselisihan hukum serius di sektor asuransi jiwa ...

FKPB Desak Pengelolaan Hasil Migas Madura Diprioritaskan untuk Kesejahteraan Warga Lokal

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menyuarakan sikap tegas terkait eksploitasi sumber daya alam di wilayah Pulau Madura ...

PKDI CUP 2026 SUKSES DIGELAR DI BANGKALAN, BUPATI TEKANKAN PENTINGNYA KEBERSAMAAN ANTAR DESA`

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Kabupaten Bangkalan sukses menjadi tuan rumah Grand Final PKDI Cup 2026 yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan ...

KAPOLRES BANGKALAN BERIKAN PENGHARGAAN DAN APRESIASI KEPADA PERSONEL BERPRESTASI SAAT APEL JAM PIMPINAN

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat dan dedikasi personel kembali diapresiasi. Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. memimpin langsung pelaksanaan Apel Jam ...

Video Lama Dikemas Seolah Peristiwa Baru, MAKI Jatim Ingatkan Bahaya Hoaks dan Provokasi

SURABAYA, 14 September 2026 — Sebuah video lama terkait penggeledahan kantor Gubernur Jawa Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ...
error: Content is protected !!