Tarif Retribusi Kios dan Lapak Pasar Tradisional Bangkalan Diskopumdag, Ada harian dan Bulanan

Kabid Pasar Diskopumdag Bangkalan Fatahillah Reza Saat di Konfirmasi Sejumlah Media di Ruangan Kerjanya

 

Times Merah Putih| Besaran tarif retribusi kios dan lapak di pasar tradisional Kabupaten Bangkalan yang selama ini jarang diketahui publik akhirnya diungkap oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Bangkalan. Pihak dinas memastikan sistem penarikan retribusi dibedakan menjadi dua skema, yakni tarif harian dan tarif bulanan, dengan besaran yang telah diatur dalam peraturan daerah maupun peraturan bupati.

Kepala Bidang Pasar Diskopumdag Bangkalan, Fatahillah Reza, menjelaskan bahwa retribusi harian dipungut menggunakan karcis resmi, sedangkan retribusi bulanan dikenakan kepada penyewa kios yang memiliki Surat Keputusan (SK) penyewaan.

“Kalau harian itu kan menggunakan karcis, Mas. Tarifnya sesuai jenis dagangannya, ada yang Rp2.000 dan ada yang Rp2.500,” ujar Reza saat dikonfirmasi. Jum’at (26/6/2026).

Menurutnya, besaran retribusi bulanan dihitung berdasarkan luas kios yang ditempati pedagang dan jenis usaha yang dijalankan.

“Kalau yang bulanan tarifnya per meter. Untuk kategori pertanian Rp2.500 per meter, sedangkan kategori industri Rp3.000 per meter. Itu dikalikan luas kiosnya, tergantung jenis dagangannya dan luas kios yang dipakai. Semua itu sudah tertuang dalam SK penyewa kios,” jelasnya.

Reza menegaskan, sistem tersebut berbeda dengan pedagang yang berjualan di area pelataran pasar. Karena tidak memiliki SK penyewaan kios, mereka hanya dikenakan retribusi harian melalui karcis.

“Pedagang yang di pelataran itu tidak memiliki SK, sehingga tidak dikenakan tarif bulanan. Mereka hanya membayar retribusi harian menggunakan karcis sesuai jenis dagangannya, ada yang Rp2.000 dan ada yang Rp2.500,” katanya.

Tak hanya itu, Reza juga membeberkan mekanisme penarikan retribusi bagi pedagang hewan, khususnya pedagang sapi. Reza menyebut, tarif tidak dihitung berdasarkan jumlah ekor sapi yang dijual, melainkan berdasarkan luas lahan yang digunakan pedagang di area pasar.

“Kalau pedagang sapi itu hitungannya juga per meter, bukan per ekor. Tergantung luas lahan yang dipakai dan tetap menggunakan karcis,” ungkapnya.

Namun, ia mengakui terdapat kebijakan tertentu yang diterapkan oleh kepala pasar terhadap pedagang sapi berskala besar. Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk fleksibilitas agar aktivitas perdagangan di pasar tetap berjalan.

“Kalau pedagang besar memang ada kebijakan dari kepala pasar. Karena mereka kan tidak mungkin cuma bawa satu ekor, ada yang bawa lima ekor. Tidak mungkin bayar semuanya. Kadang ada yang ngutang. Tapi kami itu ingin bagaimana caranya pasar tetap ramai dan aktivitas perdagangan tetap berjalan,” tutur Reza.

Terkait penggunaan karcis retribusi, Reza mengatakan jumlah karcis yang dihabiskan setiap pasar tidak pernah sama setiap bulan. Hal itu sangat bergantung pada tingkat keramaian dan aktivitas transaksi di masing-masing pasar.

“Jumlah karcis yang terpakai setiap bulan tidak menentu. Tergantung ramai atau tidaknya kondisi pasar,” pungkasnya.

Terbukanya informasi mengenai skema dan besaran tarif retribusi ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada para pedagang sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi pasar di Kabupaten Bangkalan. Di sisi lain, publik juga dapat mengetahui dasar pengenaan retribusi yang selama ini banyak dipertanyakan oleh masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

PW FRN DPC Banyuwangi Kecam Keras Dugaan Intimidasi Wartawan, Minta Pelaku Diproses dan Proyek Swakelola Dievaluasi

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Pengurus Wilayah Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan saat ...

DPPKP BANGKALAN GELAR PELATIHAN ROTAVATOR DI BURNEH, LIBATKAN PPL DAN KELOMPOK TANI

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis petani serta operator, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan ...

KONDISI EKONOMI SULIT, FORUM PEMUDA BANGKALAN DESAK PEJABAT HADIRKAN PROGRAM NYATA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Kondisi perekonomian warga Bangkalan yang masih terpuruk menjadi sorotan Forum Pemuda Bangkalan. Organisasi kepemudaan ini mendesak ...

PEMKAB BANGKALAN KEBUT BANGUN SEKOLAH RAKYAT DI GEGER, TARGET DIGUNAKAN 2027

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com– Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Kaktol Barat, Kecamatan ...

BUPATI BANGKALAN APRESIASI DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT, DORONG PRODUKTIVITAS PERTANIAN TEMBUS 10 TON/HA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Bupati Bangkalan *Lukman Hakim, S.IP., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI ...

Sinergi Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Bangkalan Gandeng 22 Puskesmas Lewat Kampanye Video 

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar Lomba Inovasi Video Akselerasi Capaian Imunisasi dan Kampanye GERMAS Pencegahan Stunting ...
error: Content is protected !!