BANGKALAN || timesmerahputih.com – Pendidikan kembali menjadi sorotan penting bagi masa depan bangsa. Hal itu disampaikan oleh Aruf Kenzo, Aktivis Muda asal Bangkalan, melalui pesan inspiratifnya tentang pentingnya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dari bangku sekolah.
Menurut Aruf, pendidikan bukan hanya tentang angka dan selembar ijazah. Lebih dari itu, pendidikan adalah masa depan bangsa dan jembatan kehidupan.
“PENDIDIKAN BUKAN SEKADAR ILMU, TAPI MASA DEPAN BANGSA. Dari sekolah kita mulai melangkah, membangun negeri dengan ilmu dan karya,” tegas Aruf Kenzo, Rabo (30/090/2026).
Ia menekankan bahwa cita-cita memiliki generasi yang gemilang tidak akan terwujud jika pendidikan tidak ditanamkan sejak dini. SDM unggul, kata dia, berawal dari pendidikan yang diperhatikan secara serius.
Dalam refleksinya yang bertajuk “DARI BANGKU PENDIDIKAN”, Aruf menggambarkan betapa besar peran sekolah dan guru dalam membentuk karakter bangsa.
“Jangan bicara tentang manusia unggul, jika sekolah masih dibiarkan menunggu. Jangan bermimpi tentang masa depan gemilang, jika pendidikan belum menjadi jalan yang terang.
Sebab dari bangku-bangku sederhana, tumbuh mimpi anak-anak bangsa. Di tangan guru mereka belajar, mengenal ilmu, mengenal dunia, mengejar cita-cita,”terangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah tempat karakter dan pengetahuan dibangun perlahan, bukan sekadar formalitas.
“Pendidikan bukan sekadar angka, bukan pula hanya selembar ijazah. Ia adalah jembatan kehidupan, tempat karakter dan pengetahuan dibangun perlahan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Aruf Kenzo mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih kuat terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, jika ingin memiliki SDM yang hebat, sekolah harus diberi ruang untuk berkembang, guru harus dihargai, dan anak-anak harus diberi kesempatan.
“Sebab masa depan tidak lahir tiba-tiba, ia ditanam sejak usia belia. Apa yang kita berikan hari ini, akan menjadi wajah negeri di kemudian hari,” ungkapnya.
Aruf pun mengkritik pola pikir yang hanya menuntut generasi berprestasi tanpa memperbaiki tempat mereka menempa diri.
“Maka jangan hanya menuntut generasi berprestasi, tanpa memperbaiki tempat mereka menempa diri. Jangan hanya berharap lahir pemimpin berkualitas, jika pendidikan masih berjalan dengan keterbatasan,” tegasnya.
Di akhir pesannya, aktivis muda Bangkalan itu mengajak semua pihak untuk mulai dari bangku pendidikan dan memperkuat peran sekolah serta para pendidik.
“Mari mulai dari bangku pendidikan, mari kuatkan sekolah dan para pendidik. Karena ketika pendidikan benar-benar diperhatikan, kita sedang membangun manusia, bukan sekadar membangun masa depan.”
Dan ingatlah… Jika ingin SDM unggul tumbuh di kemudian hari, maka pendidikan adalah jembatan pertama yang harus kita bangun dan rawat hari ini. Pendidikan Hari Ini, Masa Depan Esok,”pungkasnya.
(Azis).











