BEM KM STKIP PGRI Bangkalan Sampaikan Tiga Isu Strategis kepada Bupati: Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Jadi Sorotan

Bangkalan — Times Merah Putih.Com-Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) STKIP PGRI Bangkalan menggelar silaturahmi dan dialog terbuka dengan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, di Pendopo Agung Bangkalan, Minggu (31/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan strategis yang tengah menjadi perhatian masyarakat Bangkalan, khususnya sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, serta dinamika hubungan antara dunia pendidikan, media, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

 

Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, Abdur Rohman, menegaskan bahwa kualitas pendidikan dan pelayanan publik masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

 

Menurutnya, pemerataan fasilitas pendidikan, peningkatan mutu sekolah, serta kualitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit merupakan kebutuhan mendasar yang secara langsung dirasakan masyarakat.

 

“Pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan di kedua sektor tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

 

Pria yang akrab disapa Aab itu juga menyoroti pernyataan Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan yang sebelumnya menyebut media dan LSM sebagai “penyakit” bagi kepala sekolah dan guru. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan tetap menjunjung tinggi peran seluruh elemen dalam membangun dunia pendidikan yang sehat dan transparan.

 

“Media, LSM, dan insan pendidikan sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih baik. Karena itu, diperlukan komunikasi yang konstruktif agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengganggu semangat kolaborasi,” katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri BEM KM STKIP PGRI Bangkalan, Fawaid, turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai masih belum merata di sejumlah wilayah.

 

Ia menyoroti kondisi jalan di beberapa kecamatan, khususnya Kokop dan Konang, yang masih menjadi keluhan warga dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

 

“Kami menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Pemerataan pembangunan menjadi penting agar akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

 

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut baik kehadiran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dalam proses pembangunan daerah.

 

Menurut Lukman, sektor pendidikan dan kesehatan saat ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Salah satu fokus yang sedang dilakukan adalah pembenahan tata kelola pendidikan melalui penguatan kepemimpinan sekolah.

 

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang daerah. Saat ini kami sedang melakukan penataan dan penguatan kepemimpinan sekolah karena masih terdapat sejumlah lembaga pendidikan yang dipimpin oleh pelaksana tugas. Pembenahan harus dimulai dari struktur kepemimpinan yang kuat agar kebijakan dapat berjalan efektif hingga ke tingkat bawah,” tegasnya.

 

Di bidang kesehatan, Lukman mengatakan pemerintah daerah tengah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, profesional, dan humanis.

 

“Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat. Untuk mendukung pengawasan layanan, kami telah memasang sistem pemantauan CCTV di sejumlah puskesmas yang dapat kami pantau secara langsung. Selain itu, kami juga menyiapkan program penguatan karakter, etika pelayanan, dan profesionalisme bagi tenaga kesehatan agar kualitas layanan semakin meningkat,” ujarnya.

 

Terkait infrastruktur jalan, Lukman mengakui bahwa kondisi tersebut masih menjadi salah satu aspirasi terbesar masyarakat Bangkalan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.

 

“Pembangunan infrastruktur akan terus kami lakukan secara bertahap dan terukur. Namun yang tidak kalah penting adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Ketika masyarakat memiliki kesempatan kerja dan penghasilan yang baik, maka roda perekonomian daerah akan bergerak lebih kuat dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan,” katanya.

 

Sementara itu, menanggapi polemik pernyataan Ketua PGRI Bangkalan terkait media dan LSM, Lukman menilai bahwa seluruh elemen memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan dunia pendidikan.

 

“Saya berpandangan bahwa setiap pihak memiliki kontribusi masing-masing. Media, LSM, pemerintah, dan insan pendidikan merupakan bagian dari ekosistem yang saling melengkapi. Kritik dan pengawasan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, namun harus dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab. Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik agar tidak terjadi generalisasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Lukman.

 

Di akhir dialog, Lukman secara terbuka mengajak mahasiswa untuk terus mengawal jalannya pemerintahan dan menyampaikan kritik konstruktif.

 

“Sering-sering silaturahmi untuk mengingatkan kami. Kritik dan kolaborasi mahasiswa sangat kami harapkan,” pungkasnya.

 

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis itu ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk memperkuat sinergi dalam mengawal pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...

Sinergi HMI dan MUI Bangkalan Bedah Buku Lingkungan: “Keadilan Ekologis Bukan Hadiah Penguasa, Melainkan Hak Hakiki Warga Negara”

Foto: Kegiatan bedah buku lingkungan oleh HMI cabang Bangkalan dan MUI Bangkalan BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ...

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Bangkalan Pasang Banner Imbauan Keselamatan di Jalur Tanah Merah-Galis

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan memasang banner imbauan keselamatan ...

MTsN 7 Banyuwangi Perkuat Literasi, Guru Diajak Menulis Buku dan Menguasai Jurnalistik

BANYUWANGI – MTsN 7 Banyuwangi menggelar Workshop Jurnalistik dan Penyusunan Buku Ber-ISBN untuk meningkatkan kemampuan menulis serta membangun budaya literasi ...

Bupati Bangkalan Bersama TP PKK Beri Pengarahan dan Pembinaan Kader Kesehatan di UPT Puskesmas Kokop

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat desa. Sebagai wujud komitmen tersebut, ...
error: Content is protected !!