Diduga Berdiri di Sempadan Sungai, Bangunan Milik Hotel Sahid Mahata Jadi Sorotan

BANYUWANGI – Keberadaan sebuah bangunan yang berada sangat dekat dengan aliran sungai di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menjadi sorotan masyarakat. Kondisi bangunan yang berdiri di area sempadan sungai itu dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan serta mengganggu fungsi aliran air.

Dari pantauan awak media di lokasi, bangunan tersebut tampak berdiri di sisi aliran sungai yang dikelilingi vegetasi bambu dan semak belukar. Selain dinilai terlalu dekat dengan bibir sungai, kondisi di sekitar lokasi juga terlihat minim penataan sehingga menimbulkan kekhawatiran warga apabila terjadi penyempitan aliran air saat musim hujan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa bangunan tersebut Diduga merupakan bagian dari milik Hotel Sahid Mahata yang beralamat di Jalan Raya Jember – Banyuwangi No. 126 Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi turut menyoroti persoalan tersebut. Ketua AWI DPC Banyuwangi, Indra, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan secara langsung terhadap legalitas bangunan yang diduga berdiri di area sempadan sungai tersebut.

Menurut Indra, pengawasan terhadap pembangunan di sekitar aliran sungai harus dilakukan secara serius agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa fungsi sungai harus dijaga dan tidak boleh terganggu oleh bangunan yang berpotensi mempersempit aliran air.

“Pemerintah harus bertindak cepat melakukan pengecekan. Jika memang ditemukan pelanggaran aturan tata ruang maupun sempadan sungai, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Indra, Senin (11/05/2026).

Beberapa warga sekitar juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait (DPU Pengairan) Banyuwangi, segera melakukan pengecekan terhadap Legalitas bangunan tersebut. Mereka berharap ada tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan mengenai pemanfaatan sempadan sungai.

“Kalau bangunan terlalu dekat dengan sungai tentu dikhawatirkan mengganggu aliran air dan berpotensi menyebabkan banjir atau longsor di kemudian hari,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap pembangunan di sekitar aliran sungai agar tidak terjadi pelanggaran tata ruang maupun kerusakan lingkungan. Menurut mereka, sempadan sungai seharusnya dijaga sebagai area terbuka demi menjaga fungsi ekosistem dan kelancaran aliran air.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak Hotel Sahid Mahata maupun instansi terkait (DPU Pengairan) mengenai status bangunan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan serta memberikan penjelasan kepada publik agar persoalan ini tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke – 80

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari ...

Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Bantah Keras Isu Libatkan AHY dalam Dugaan Korupsi MBG

Banyuwangi – Munculnya isu yang mengaitkan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, dengan dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ...

Pengelolaan Dana Hibah Pesparawi X Kalbar Tahun 2023 di Melawi Masih Didalami, Publik Tunggu Transparansi Penegakan Hukum

Melawi, - 14 Juni 2026.Proses pendalaman terhadap pengelolaan dana hibah kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) X Tingkat Provinsi Kalimantan ...

PERSAMI KKRI di Wilayah Kodim 0825/Banyuwangi Jadi Wadah Pembentukan Jiwa Nasionalisme Pelajar

BANYUWANGI – Sebanyak 200 siswa MAN 1 Banyuwangi mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang dikemas dalam kegiatan Kemah Kebangsaan dan ...

Becak Modifikasi Isi Pertalite dalam Jumlah Besar di SPBU Simangambat Diselidiki, Kapolres Madina: Jika Ada Unsur Pidana Akan Ditindak

Mandailing Natal – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite oleh sebuah becak motor yang telah dimodifikasi dengan tangki ...
error: Content is protected !!