Diduga Proyek Ruas Jalan Tragah–Kwanyar Tak Sesuai RAB, Ketua FPB Soroti Aspal Mengelupas

BANGKALAN ||  Proyek pembangunan atau peningkatan infrastruktur ruas jalan Tragah–Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, mendapat sorotan dari Ketua Forum Pemuda Bangkalan (FPB), M. Mukri, A.M. Sorotan tersebut muncul setelah ditemukan kondisi aspal di sejumlah bagian jalan yang terlihat mengelupas dan diduga kurang merekat.

M. Mukri menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi teknis, khususnya untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.
“Kalau aspal terlihat mengelupas dan tidak merekat dengan baik, tentu menjadi pertanyaan. Kami meminta agar kualitas pekerjaan dan material yang digunakan diperiksa secara menyeluruh, apakah sudah sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis,” ujar M. Mukri.(10/09/2026)
Menurutnya, kondisi jalan yang mengalami pengelupasan pada bagian tertentu dapat menjadi indikasi adanya persoalan pada kualitas pekerjaan, meskipun hal tersebut tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.
FPB juga menyoroti adanya bagian pinggir jalan yang diduga diberi lapisan semen setelah ditemukan aspal yang mengalami pengelupasan. Kondisi tersebut, menurut Mukri, perlu diperiksa agar diketahui apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari metode pekerjaan yang sesuai kontrak atau hanya perbaikan sementara.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Namun, kalau memang ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, harus ada evaluasi. Jangan sampai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah,” tegasnya.
M. Mukri menambahkan, kualitas pengaspalan sangat berkaitan dengan keamanan dan ketahanan jalan. Apabila material maupun volume pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, dikhawatirkan jalan akan lebih cepat mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Karena itu, FPB berencana mendorong persoalan tersebut untuk mendapat perhatian DPRD Kabupaten Bangkalan. Menurut Mukri, lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan daerah dan dapat meminta penjelasan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait maupun pihak pelaksana proyek.
“Kami berharap DPRD Bangkalan dapat turun melakukan pengawasan dan meminta OPD terkait menjelaskan pekerjaan ini. Kalau diperlukan, lakukan inspeksi lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan RAB,” katanya.
FPB juga meminta agar pemeriksaan dilakukan secara objektif dengan melibatkan pihak teknis yang berkompeten. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kualitas material, ketebalan aspal, volume pekerjaan, metode pelaksanaan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan dokumen kontrak.
M. Mukri menegaskan bahwa apabila nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian pekerjaan yang menimbulkan kerugian keuangan negara atau daerah, pihaknya akan mendorong agar persoalan tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami meminta semua pihak bekerja secara profesional dan transparan. Infrastruktur jalan merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat. Jangan sampai kualitasnya dikorbankan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi ruas jalan Tragah–Kwanyar dan dugaan ketidaksesuaian dengan RAB. Konfirmasi dari pihak terkait tetap diperlukan untuk memperoleh informasi yang berimbang.”

(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sukonatar Siap Wujudkan Desa Bersinar: Ajak Ratusan Desa di Banyuwangi Bersatu Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

BANYUWANGI , -Times Merah putih.com//Gelora pencegahan bahaya narkoba membara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, pada Kamis siang, 29 Oktober ...

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...

Sinergi HMI dan MUI Bangkalan Bedah Buku Lingkungan: “Keadilan Ekologis Bukan Hadiah Penguasa, Melainkan Hak Hakiki Warga Negara”

Foto: Kegiatan bedah buku lingkungan oleh HMI cabang Bangkalan dan MUI Bangkalan BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ...

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Bangkalan Pasang Banner Imbauan Keselamatan di Jalur Tanah Merah-Galis

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan memasang banner imbauan keselamatan ...

MTsN 7 Banyuwangi Perkuat Literasi, Guru Diajak Menulis Buku dan Menguasai Jurnalistik

BANYUWANGI – MTsN 7 Banyuwangi menggelar Workshop Jurnalistik dan Penyusunan Buku Ber-ISBN untuk meningkatkan kemampuan menulis serta membangun budaya literasi ...
error: Content is protected !!