BANGKALAN || timesmerahputih.com – Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan melalui Bidang Perbibitan Pakan dan Produksi Peternakan memastikan program bantuan sapi untuk Kelompok Tani Ternak (Poktan) akan segera direalisasikan tahun ini.
Kepala Bidang Perbibitan Pakan dan Produksi Peternakan, Suba’i, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan.
“Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di dunia peternakan kita, InsyaAllah paling lambat sebelum Desember, awal November sudah dilaksanakan,” ujar Suba’i saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/09/2026).
Adapun program tersebut masuk dalam Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian berupa Bantuan Sapi yang akan dilaksanakan oleh Dinas Peternakan Bangkalan.
Dr. Subai menegaskan, calon penerima bantuan harus taat pada ketentuan agar menghasilkan profit dan berkelanjutan. Pihaknya juga akan melakukan monitoring dan pendampingan secara intensif di lapangan.
“Monitoring akan kita lakukan secara intensif, kondisi normal 2 kali per tahun dan dari kami juga ada petugas teknis yang akan mendampingi di lapangan. Jika ada kematian ternak, penyakit dan lain-lain disarankan untuk segera komunikasi dengan petugas agar segera mendapatkan solusi,” jelasnya.
Pada tahun 2026 ini, terdapat tiga kelompok tani ternak (Poktan) yang akan menerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp 900 juta, dengan rincian sebagai berikut:
1. Poktan Rimba Alam, Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Bantuan senilai Rp 600 juta berupa sapi, kandang, dan pakan. Sebanyak 19 ekor sapi Madrasin jantan. Pokir dari Mahmudi
2. Poktan Tani Mulya Satu, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar, Bantuan senilai Rp 200 juta berupa 12 ekor sapi, terdiri dari 8 ekor sapi jantan dan 4 ekor sapi Madura betina. Aspirator Mohammad. Hotib.
3. Poktan Tani Rukun Lima – Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Bantuan senilai Rp 100 juta berupa sekitar 7 ekor sapi Madura. Aspirator Abdul Hakim.
Suba’i berharap bantuan ini tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, melainkan dapat dikelola secara produktif untuk meningkatkan populasi sapi dan kesejahteraan peternak di Bangkalan.
(Azis).











