BANGKALAN, || timesmerahputih.com– Forum Kesatuan Pemuda Bangkalan (FKPB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola pasar di wilayah Kabupaten Bangkalan dengan menggelar acara diskusi dan podcast bertajuk “Sistem Tata Kelola Pasar Tanah Merah: Sampah, Parkir, dan Pemenuhan PAD”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 27 Agustus 2027, pukul 15.00 WIB, bertempat di Tang Kopi Tanah Merah.
FKPB Gelar Diskusi dan Podcast Bahas Tata Kelola Pasar Tanah Merah di Tang Kopi

Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Pasar Hewan dan Palawija Kecamatan Tanah Merah, Khoiril. Kehadiran beliau menambah bobot diskusi yang sangat relevan dengan kondisi pasar setempat.
Ketua FKPB, Taufik Nurhidayat, menyampaikan bahwa tujuan utama dari diskusi ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang selama ini sering muncul di Pasar Tanah Merah.
“Mulai dari pengelolaan sampah yang belum optimal, penataan parkir yang semrawut, hingga upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Taufik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pedagang, dan masyarakat dalam mencari solusi konkret atas permasalahan tersebut.
Ia berharap melalui format diskusi dan podcast ini dapat terbangun komunikasi yang efektif serta melahirkan gagasan-gagasan inovatif untuk masa depan pasar yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Selain itu, tata kelola parkir juga masih perlu perhatian serius. Banyak pengunjung mengeluhkan keterbatasan lahan parkir yang menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan saat berbelanja. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan pasar dan citra kawasan sebagai pusat perdagangan yang nyaman.
Terkait optimalisasi PAD, FKPB berharap agar pemerintah daerah mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan pasar agar pendapatan asli daerah bisa meningkat secara signifikan tanpa memberatkan pedagang maupun konsumen.
“Harapan kami semoga semua permasalahan tata kelola pasar hewan dan palawija di Tanah Merah dapat segera terselesaikan melalui dialog konstruktif ini,” tegas Taufik Nurhidayat.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan pasar lokal, FKPB berkomitmen untuk terus mendorong adanya ruang-ruang diskusi terbuka seperti ini agar aspirasi masyarakat benar-benar terdengar dan terakomodasi.
“Melalui sinergi semua pihak, diharapkan Pasar Tanah Merah tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi tetapi juga ikon kebersihan dan kenyamanan bagi seluruh warga setempat,” pungkasnya.
(Azis).










