Menanggapi Isu K3S Tarik Iuran HUT RI Pada Guru, Kabid SD Disdik Bangkalan: Itu Di Luar Tupoksi Kami

BANGKALAN || timesmerahputih.com– Lagi-lagi isu “iuran” muncul menjelang peringatan HUT RI. Kali ini yang disorot adalah Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S yang disebut menarik iuran dari guru untuk memeriahkan kemerdekaan.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, S.E., M.M., dengan tegas angkat bicara.

 

Menurutnya, Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan sumbangan antar guru.

 

“Kalau memperingati kemerdekaan itu jauh di luar tupoksi kami. Pembinaan dan pengawasan kami hanya ke penganggaran yang sifatnya betul-betul perlu, seperti penggunaan dana BOS, PIP, program legislasi,” ujarnya.

 

Pernyataan Kabid SD ini penting. Karena selama ini banyak yang masih rancu: mana ranah dinas, mana ranah internal sekolah, mana ranah panitia.

 

Ali Yusri menegaskan, Disdik hanya mengawasi jika ada penggunaan anggaran negara. Selama sumbangan itu dari guru ke guru, dan tidak menyentuh dana BOS, PIP, maka itu bukan urusan dinas.

 

“Tapi kalau bicara penggunaan atau sumbangan yang dilakukan ke guru dalam rangka memeriahkan dan menyamaratakan HUT RI, itu sudah di luar kewenangan kami. Itu person guru,” katanya.

 

Ali Yusri juga menegaskan, Jika dari penyelenggara HUT meminta ke sekolah-sekolah untuk menganggarkan dari dana BOS nya untuk acara ini, baru menjadi ranah Disdik untuk tidak memperbolehkan. Karena itu tidak sesuai dengan juknis.

 

“Artinya jelas. Jika ada yang coba-coba memasukkan biaya HUT ke dalam RAB BOS, maka Disdik berhak melarang. Tapi jika murni sumbangan pribadi guru, silakan. Itu urusan internal.”tegasnya.

 

Ali Yusri juga menyoroti bahwa kegiatan HUT RI di sekolah seringkali dianggap “kewajiban” sehingga munculah iuran. Padahal semangat kemerdekaan harusnya sukarela.

 

“Tapi kalau urusan minta sumbangan kepada guru-guru, itu di luar kewenangan kami, karena bukan masuk ke program pendidikan. Ini urusannya panitia HUT Kemerdekaan itu dengan guru. Semua sama, baik dari Kecamatan Pasar, mungkin sama, Tarik juga seperti itu,” jelasnya.

 

Menurut Ali Yusri Selama tidak memakai dana BOS, tidak melanggar juknis, dan sifatnya sukarela, maka biarkan menjadi urusan internal. Tugas Disdik cukup mengawasi agar anggaran pendidikan tetap fokus ke siswa: buku, PIP, dan sarana belajar.

 

“Jadi kalau melihat guru sebagai perorangan, sudah bukan kewenangan kami. Berarti kalau dilakukan di sekolah, berarti internal sekolahnya. Internal sekolahnya sumbangan ke guru yang ada di sekolahan itu pas mengadakan lomba-lomba di SD tersebut, itu internal mereka, mas. Kami pun tidak ikut campur,” pungkasnya.

 

(Azis).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...

Aksi Inovatif Polsek Gubeng Hadirkan Gerobak JUPE, Bagikan 150 Paket Nasi Bungkus Langsung Dipinggir Jalan

Surabaya — Polsek Gubeng kembali menghadirkan terobosan kreatif dalam program JUPE (Jumat Peduli). Kali ini, kepedulian kepada masyarakat dikemas secara ...

Hadiri Rakor LP2B Jatim, Wabup Bangkalan Pertanyakan Status Lahan Industri di Peta LSD, Ini Jawaban Menteri ATR/BPN

SURABAYA || timesmerahputih.com– Wakil Bupati Bangkalan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang digelar di Ruang Hayam ...
error: Content is protected !!