GRESIK, 29 Agustus 2026 – Sebuah karya kuliner monumental akan turut mewarnai gelaran Kirab Tumpeng Budaya yang menjadi agenda tahunan masyarakat RW 09 Perumahan Bumi Menganti Permai (BMP), Kabupaten Gresik.
Bukan sekadar tumpeng untuk disantap bersama, karya tersebut merupakan sebuah mahakarya kuliner bernama “Tumpeng Jagad Nusantara”, sebuah tumpeng nasi kuning dengan ketinggian mencapai 1 meter yang lahir dari gagasan kreatif Ibu Dwi Yulis, Bendahara Umum (Bendum) MAKI Jatim sekaligus pemilik Kalinda Catering Service.
Kehadiran Tumpeng Jagad Nusantara diproyeksikan menjadi salah satu magnet perhatian dalam rangkaian Kirab Tumpeng Budaya. Ukurannya yang monumental, kelengkapan sajian, serta tata artistik penyajiannya menjadikan tumpeng tersebut bukan hanya sebuah produk kuliner, melainkan representasi kreativitas masyarakat dalam merawat tradisi melalui pendekatan yang inovatif.
Di tengah perubahan zaman dan semakin beragamnya bentuk perayaan masyarakat, tumpeng tetap memiliki tempat istimewa sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, doa, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Dan kali ini, nilai-nilai tersebut hadir dalam bentuk yang jauh lebih spektakuler.
Ketika Tumpeng Tradisional Menjelma Menjadi Karya Monumental
Tumpeng Jagad Nusantara dibuat dari nasi kuning dengan tinggi kurang lebih 1 meter.
Namun, kemegahan karya ini tidak berhenti pada ukuran.
Tumpeng tersebut dirancang lengkap dengan beragam sajian pendamping yang merepresentasikan kekayaan kuliner Nusantara. Di sekelilingnya tersaji ayam bakar, dadar telur, kering tempe, serundeng, dadar jagung, ayam goreng serundeng, serta berbagai kelengkapan makanan lainnya.
Seluruh komponen tersebut ditata secara terkonsep sehingga menciptakan sebuah komposisi yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memiliki kekuatan visual.
Tumpeng kemudian ditempatkan di atas sebuah nampan berbahan PVC Board berukuran 1 meter x 1 meter.
Untuk memperkuat estetika, bagian pagar nampan diberikan sentuhan list art sketsel Kalinda, sehingga tampilan keseluruhan Tumpeng Jagad Nusantara semakin megah.
Dengan demikian, ukuran satu meter bukan sekadar angka.
Ukuran tersebut menjadi bagian dari konsep untuk menghadirkan sebuah karya yang mampu menjadi pusat perhatian sekaligus simbol kreativitas kuliner dalam sebuah perhelatan budaya masyarakat.
Lahir dari Gagasan Sederhana: Memberikan yang Terbesar dan Terbaik
Di balik karya monumental tersebut terdapat sebuah gagasan yang berangkat dari keinginan sederhana.
Bu Dwi Yulis ingin memberikan sesuatu yang berbeda untuk kegiatan Kirab Tumpeng Budaya. Dari keinginan untuk menghadirkan sesuatu yang terbesar dan terbaik, muncul gagasan membuat tumpeng berukuran satu meter.
Gagasan tersebut kemudian tidak berhenti sebagai wacana.
Melalui Grup Kuliner MAKI Jatim, ide tersebut diwujudkan menjadi sebuah karya nyata.
Prosesnya membutuhkan persiapan, ketelitian, kreativitas, sekaligus kekompakan tim. Sebab, membuat tumpeng berukuran satu meter jelas berbeda dengan membuat tumpeng dalam ukuran konvensional.
Setiap bagian harus diperhitungkan, mulai dari konstruksi bentuk, keseimbangan, penataan nasi, komposisi lauk-pauk, hingga aspek estetika ketika karya tersebut nantinya ditampilkan di hadapan masyarakat.
Di sinilah kreativitas kuliner bertemu dengan kerja kolektif.
Dalam proses pembuatannya, Bu Yulis mendapatkan dukungan dari sejumlah personel Grup Kuliner MAKI Jatim, yakni Bu Al, Retta, Novi, Arif, Andhika, Gundul, Bakron, dan Andi Jarwo.
Keterlibatan banyak orang tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah karya besar hampir selalu lahir dari kolaborasi.
Suasana pengerjaan pun berlangsung dalam semangat kebersamaan. Di tengah kesibukan mempersiapkan tumpeng raksasa tersebut, para personel kuliner tetap bekerja dengan penuh antusias dan kegembiraan.
Dari tangan mereka, bahan-bahan pangan sederhana kemudian berubah menjadi sebuah sajian yang memiliki dimensi artistik dan simbolik.
Inilah salah satu kekuatan Tumpeng Jagad Nusantara: ia tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang manusia yang bekerja bersama untuk menghasilkan sebuah karya.
Kehadiran Tumpeng Jagad Nusantara mendapatkan apresiasi dari Ketua RW 09 Perum Bumi Menganti Permai, Riawan, yang akrab disapa Mas Rey.
Mas Rey, yang juga merupakan pengurus MAKI Jatim di wilayah Perumahan Bumi Menganti Permai, menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada MAKI Jatim atas dukungan terhadap kegiatan budaya masyarakat.
Menurutnya, kehadiran tumpeng tersebut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Kirab Tumpeng Budaya dan berpotensi menjadi salah satu ikon dalam kegiatan tersebut.
“Ucapan syukur dan matur nuwun khususnya kepada Ketua MAKI Jatim, Pak Heru, serta MAKI Jatim secara kelembagaan, wabil khusus kepada Ibu Yulis, Bendum MAKI Jatim, yang telah memberikan atensi dan apresiasi berupa Tumpeng Jagad Nusantara pada acara Kirab Tumpeng Budaya di wilayah kami, RW 09 Perum Bumi Menganti Permai, Gresik,” ungkap Mas Rey.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa karya kuliner dapat menjadi bagian dari ruang kebersamaan masyarakat dan tidak berdiri sendiri sebagai produk konsumsi.
Tumpeng menjadi medium untuk mempertemukan warga, budaya, kreativitas, serta semangat gotong royong.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, tumpeng memiliki kedudukan yang lebih dalam dibandingkan sekadar makanan.
Bentuk kerucutnya telah lama hadir dalam berbagai tradisi syukuran dan perayaan masyarakat. Ia menjadi bagian dari ekspresi rasa syukur sekaligus simbol harapan dan doa.
Karena itu, ketika Bu Yulis menghadirkan Tumpeng Jagad Nusantara dalam ukuran satu meter, karya tersebut dapat dibaca sebagai upaya mempertemukan warisan tradisi dengan kreativitas kuliner kontemporer.
Nama “Jagad Nusantara” sendiri memberikan pesan kuat tentang keberagaman Indonesia.
Aneka lauk yang mengelilingi nasi kuning seolah menjadi gambaran kecil tentang kekayaan rasa yang tumbuh dari berbagai tradisi kuliner di Tanah Air.
Sebuah tumpeng kemudian tidak hanya menjadi pusat hidangan, tetapi juga menjadi medium untuk bercerita tentang Nusantara.
Kreativitas Kuliner yang Berpotensi Menggerakkan Ekonomi
Ada dimensi lain yang tidak kalah penting dari lahirnya Tumpeng Jagad Nusantara.
Karya tersebut menunjukkan bahwa kreativitas kuliner memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif masyarakat.
Bu Yulis sendiri merupakan pemilik Kalinda Catering Service. Selain menerima pesanan tumpeng raksasa, Kalinda Catering Service melayani berbagai kebutuhan kuliner masyarakat, mulai dari catering pernikahan, konsumsi rapat berupa nasi box, hingga berbagai macam kue.
Artinya, kreativitas yang ditampilkan melalui sebuah kegiatan budaya juga dapat menjadi etalase kemampuan pelaku usaha kuliner lokal.
Sebuah karya yang awalnya dipersembahkan untuk kegiatan masyarakat pada akhirnya dapat membuka ruang promosi, memperkenalkan kemampuan pelaku kuliner, sekaligus mendorong peluang ekonomi.
Bu Yulis menyampaikan bahwa masyarakat yang membutuhkan pesanan tumpeng raksasa maupun layanan catering dapat menghubunginya secara langsung.
“Untuk pesanan, bisa langsung hubungi nomor HP saya di 081770107178, langsung dengan saya,” jelas Bu Dwi Yulis.
Kalinda Catering Service beralamat di Perumahan Putri Juanda Blok CC Nomor 18, Juanda, Sidoarjo.
MAKI Jatim dan Semangat Menghidupkan Kreativitas Masyarakat
Kehadiran Tumpeng Jagad Nusantara juga memperlihatkan bagaimana ruang organisasi dapat bersinggungan dengan kreativitas masyarakat.
Melalui Grup Kuliner MAKI Jatim, kreativitas yang digagas Bu Yulis mendapatkan ruang untuk diwujudkan dalam bentuk karya nyata.
Karya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan sosial dan budaya masyarakat dapat menjadi ruang tumbuh bagi berbagai bentuk kreativitas.
Tidak selalu harus melalui panggung besar.
Kadang, sebuah karya dapat lahir dari lingkungan RW, dari dapur, dari tangan-tangan masyarakat, lalu menjadi sesuatu yang memiliki daya tarik luas.
Dari Dapur Menuju Panggung Budaya
Tumpeng Jagad Nusantara pada akhirnya adalah sebuah cerita tentang transformasi.
Bahan dasarnya sederhana: nasi dan berbagai lauk-pauk yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Namun ketika dikerjakan dengan gagasan, ketelitian, kreativitas, dan semangat gotong royong, bahan-bahan tersebut berubah menjadi sebuah karya monumental.
Setinggi satu meter.
Berada di atas alas satu meter kali satu meter. Dan akan hadir di tengah perhelatan budaya masyarakat RW 09 Perum Bumi Menganti Permai, Kabupaten Gresik.
Tumpeng Jagad Nusantara bukan sekadar tumpeng raksasa. Ia adalah simbol bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu. Tradisi dapat terus hidup ketika generasi hari ini berani memberikan sentuhan kreativitas, merawat maknanya, dan menghadirkannya kembali dalam bentuk yang relevan dengan zaman.
Dan dari sebuah tumpeng, masyarakat kembali diingatkan bahwa kebersamaan, rasa syukur, budaya, dan kreativitas adalah bagian penting dari wajah Indonesia. (Wwn)











