Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tampilkan Seni Tari Hasil Pembinaan

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi para warga binaan. Salah satunya ditunjukkan melalui penampilan memukau seni tari tradisional hasil pembinaan yang digelar di lapangan Griya Blambangan Lapas Banyuwangi, Sabtu (23/5) siang.

Menariknya, pertunjukan seni tari ini ditampilkan di sela-sela acara makan siang bersama seluruh warga binaan. Perpaduan harmonis antara gerak tari yang gemulai dan dentuman musik gamelan yang dimainkan langsung oleh warga binaan, sukses menuai apresiasi dan decak kagum dari ratusan penonton yang hadir.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, bersama jajaran pejabat struktural. Penampilan tersebut sengaja disuguhkan bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai wadah uji coba untuk menilai sejauh mana kematangan dan kesiapan mental para warga binaan dalam melakukan pertunjukan di depan publik.

“Kami ingin membentuk mental dan kepercayaan diri mereka. Jadi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengisi acara resmi atau pertunjukan di luar, mereka sudah benar-benar siap dan matang,” ujar Solichin.

Solichin menjelaskan bahwa program pembinaan seni tari ini memiliki dimensi yang luas. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan warga binaan, tetapi juga menjadi benteng dalam menjaga kelestarian kebudayaan daerah. Kolaborasi dengan musik gamelan dinilai syarat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Di tengah gempuran era modernisasi saat ini, Solichin berharap agar nilai-nilai budaya dan kesenian tradisional tidak luntur begitu saja. Oleh karena itu, Lapas Banyuwangi mengambil peran aktif dengan memasukkan unsur kebudayaan ke dalam kurikulum pembinaan warga binaan.

“Lapas Banyuwangi memiliki tekad kuat untuk terus mengintegrasikan unsur budaya dalam setiap program pembinaan. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang ikut melestarikan budaya bangsa,” pungkas Solichin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...

Aksi Inovatif Polsek Gubeng Hadirkan Gerobak JUPE, Bagikan 150 Paket Nasi Bungkus Langsung Dipinggir Jalan

Surabaya — Polsek Gubeng kembali menghadirkan terobosan kreatif dalam program JUPE (Jumat Peduli). Kali ini, kepedulian kepada masyarakat dikemas secara ...

Hadiri Rakor LP2B Jatim, Wabup Bangkalan Pertanyakan Status Lahan Industri di Peta LSD, Ini Jawaban Menteri ATR/BPN

SURABAYA || timesmerahputih.com– Wakil Bupati Bangkalan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang digelar di Ruang Hayam ...
error: Content is protected !!