Berani Speak Up! Kades Pesanggrahan Diapresiasi Sesama Kades Usai Bongkar Dugaan Mafia Uang DD

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Keberanian Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar untuk speak up membongkar dugaan praktik “mafia uang” Dana Desa mendapat apresiasi dari sesama kepala desa di wilayah Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.

 

Apresiasi itu muncul setelah mengunggah pengakuan Kades Pesanggrahan melalui akun TikTok @klebunrontak. Dalam video berdurasi 7 menit yang viral tersebut, ia menyebut setiap pencairan Dana Desa diduga diwajibkan menyetor uang sebesar Rp10 juta kepada oknum di lingkungan Kantor Kecamatan Kwanyar.

 

“Jadi di kecamatan itu ada mafia-mafia uang. Saya diperas. Kalau nggak ngasih sepuluh juta, ndak cair. Alasannya pinjam kemarin ya. Selama saya jadi kepala desa, setiap cair itu minta ke saya,”ungkap Kades Pesanggrahan.

 

Ia juga menegaskan memiliki bukti terkait dugaan tersebut.  “Punya bukti transfer ada. Korlapnya juga minta uang, saya kasih. Ada bukti transfernya,” lanjutnya.

 

Langkah Kades Pesanggrahan ini dinilai telah membuka ruang dan memutus rantai ketakutan bagi kepala desa lain di Kwanyar.

 

“Langkah Kades Pesanggrahan yang diunggah di akun TikTok @Klebunrontak sangat membuka ruang kenyamanan bagi kades yang lain untuk tidak lagi memberikan uang Rp10 juta setiap pencairan Dana Desa (DD),”_ ujar salah satu perwakilan masyarakat yang memantau kasus ini.

 

Bagi para kades di Kwanyar, tindakan ini dianggap berani karena selama ini praktik serupa diduga terjadi diam-diam dan tidak ada yang berani bersuara.

 

Terbongkarnya dugaan praktik “mafia Dana Desa” di tingkat kecamatan ini membuat elemen masyarakat bersama para kepala desa mendesak Aparat Penegak Hukum segera turun tangan.

 

Polisi dan Kejaksaan diminta melakukan investigasi mendalam, memastikan kebenaran informasi, serta memeriksa pihak-pihak terkait guna menegakkan hukum dan transparansi birokrasi di Kabupaten Bangkalan.

 

Sementara itu, Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Camat Kwanyar Amir Lutfi, S.STP., M.Si. membantah tuduhan dalam video tersebut, “Saya tidak pernah meminta uang ataupun menerima uang sepeserpun. Saya tidak pernah melakukan hal yang dia maksud.” tulis Amir Lutfi.(08/08/2026).

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah penyelidikan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan tersebut.

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...

Sinergi HMI dan MUI Bangkalan Bedah Buku Lingkungan: “Keadilan Ekologis Bukan Hadiah Penguasa, Melainkan Hak Hakiki Warga Negara”

Foto: Kegiatan bedah buku lingkungan oleh HMI cabang Bangkalan dan MUI Bangkalan BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ...

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Bangkalan Pasang Banner Imbauan Keselamatan di Jalur Tanah Merah-Galis

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan memasang banner imbauan keselamatan ...

MTsN 7 Banyuwangi Perkuat Literasi, Guru Diajak Menulis Buku dan Menguasai Jurnalistik

BANYUWANGI – MTsN 7 Banyuwangi menggelar Workshop Jurnalistik dan Penyusunan Buku Ber-ISBN untuk meningkatkan kemampuan menulis serta membangun budaya literasi ...

Bupati Bangkalan Bersama TP PKK Beri Pengarahan dan Pembinaan Kader Kesehatan di UPT Puskesmas Kokop

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat desa. Sebagai wujud komitmen tersebut, ...
error: Content is protected !!