Demokrasi Harus Bermartabat: MAKI Jatim Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Kericuhan di Grahadi

SURABAYA, 26 Juni 2026 — Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang menjadi fondasi kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, tanpa diiringi tindakan yang mengarah pada kekerasan maupun perusakan fasilitas publik. Prinsip itulah yang kembali mengemuka menyusul kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Sekarat” di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6).

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah orang yang identitas dan afiliasi organisasinya belum diketahui diduga melakukan pelemparan batu dan pecahan kayu ke arah kompleks Grahadi. Insiden itu memicu ketegangan di lokasi serta mengundang berbagai respons dari sejumlah elemen masyarakat.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru, menilai setiap bentuk penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi etika berdemokrasi. Menurutnya, tindakan anarkis tidak hanya berpotensi mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mengaburkan substansi tuntutan yang ingin disampaikan oleh para demonstran.

“Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun ketika aksi berubah menjadi tindakan anarkis, yang dirugikan bukan hanya fasilitas umum, melainkan juga marwah demokrasi itu sendiri. Karena itu kami mengecam keras setiap bentuk kekerasan dan perusakan,” tegas Heru.

Ia menilai adanya dugaan pihak-pihak yang memanfaatkan momentum aksi untuk memicu kericuhan harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, praktik semacam itu berisiko mencederai hak masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat secara damai dan bertanggung jawab.

Atas dasar itu, MAKI Jawa Timur menyatakan siap mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif dengan tetap menghormati kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani setiap dugaan pelanggaran.

“Kami siap mengawal kondusivitas Jawa Timur. Apabila terdapat pihak yang dengan sengaja menunggangi aksi masyarakat untuk menciptakan kekacauan, maka proses hukum harus ditegakkan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujarnya.

Menurut Heru, komitmen tersebut mendapat dukungan dari jajaran pengurus, anggota, hingga simpatisan MAKI di berbagai daerah di Jawa Timur. Dukungan itu, kata dia, mencerminkan keinginan masyarakat agar ruang demokrasi tetap menjadi wadah penyampaian aspirasi yang damai, bukan arena konflik.

Heru juga mengingatkan bahwa Jawa Timur memiliki warisan sejarah panjang sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus dijaga di tengah dinamika kehidupan demokrasi.

“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam demokrasi. Namun persatuan bangsa merupakan kepentingan yang lebih besar. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah masyarakat melalui tindakan provokatif maupun anarkis,” katanya.

Terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam kericuhan, Heru mengaku telah menerima informasi awal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diverifikasi melalui mekanisme penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menekankan bahwa setiap dugaan harus dibuktikan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, sehingga tidak terjadi penghakiman sebelum adanya proses hukum yang sah.

Di akhir pernyataannya, MAKI Jawa Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kualitas demokrasi dengan mengedepankan dialog, kedewasaan, dan kepatuhan terhadap hukum. Menurut organisasi tersebut, demokrasi yang sehat bukan hanya menjamin kebebasan berpendapat, tetapi juga memastikan setiap aspirasi disampaikan secara damai tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, maupun kepentingan masyarakat luas.

“Demokrasi akan semakin kuat apabila kebebasan berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bermartabat akan lebih mencerminkan kedewasaan demokrasi sekaligus memperkuat persatuan bangsa,” pungkas Heru. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sabung Ayam Akhir Pekan di Desa Weru Disorot, Polres Kediri Diminta Bertindak

KEDIRI, — Aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Weru, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disebut masih berlangsung secara terbuka ...

Polemik Polis Prudential Syariah Memanas: Nasabah Somasi, Tuntut Pemulihan dan Siapkan Laporan ke OJK

SURABAYA, 14 September 2026 — Praktek penghentian polis secara sepihak (lapse) kembali memicu perselisihan hukum serius di sektor asuransi jiwa ...

FKPB Desak Pengelolaan Hasil Migas Madura Diprioritaskan untuk Kesejahteraan Warga Lokal

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menyuarakan sikap tegas terkait eksploitasi sumber daya alam di wilayah Pulau Madura ...

PKDI CUP 2026 SUKSES DIGELAR DI BANGKALAN, BUPATI TEKANKAN PENTINGNYA KEBERSAMAAN ANTAR DESA`

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Kabupaten Bangkalan sukses menjadi tuan rumah Grand Final PKDI Cup 2026 yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan ...

KAPOLRES BANGKALAN BERIKAN PENGHARGAAN DAN APRESIASI KEPADA PERSONEL BERPRESTASI SAAT APEL JAM PIMPINAN

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat dan dedikasi personel kembali diapresiasi. Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. memimpin langsung pelaksanaan Apel Jam ...

Video Lama Dikemas Seolah Peristiwa Baru, MAKI Jatim Ingatkan Bahaya Hoaks dan Provokasi

SURABAYA, 14 September 2026 — Sebuah video lama terkait penggeledahan kantor Gubernur Jawa Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ...
error: Content is protected !!