BANGKALAN || timesmerahputih.com – Kepedulian aktivis muda Kokop, Aruf Kenzo, membuahkan hasil nyata. Diperjuangkan olehnya, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 18.000 liter untuk warga Dusun Dangbigih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Jumat (16/10/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga kali pengiriman (dropping) menggunakan armada tangki PDAM. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan minum dan kebutuhan dasar sehari-hari di tengah musim kekeringan.
Penyaluran ini bermula dari laporan warga Dusun Dangbigih kepada Aruf Kenzo. Mendengar keluhan tersebut, Aruf bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan agar warga segera mendapatkan bantuan.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari manajemen PDAM Bangkalan yang langsung mengirimkan armada tangki ke lokasi.
Aruf Kenzo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direktur Utama PUDAM Sumber Sejahtera H. Sjobirin Hasan, Ibu Mardatina, serta sopir tangki Pak Suman yang telah mengawal bantuan hingga sampai ke warga.
“Alhamdulillah, setelah warga menyampaikan permohonan bantuan, kami mencoba berkoordinasi dengan pihak PDAM. Kami bersyukur karena bantuan air bersih dapat segera dikirimkan. Terima kasih kepada Dirut PUDAM Sumber Sejahtera, Ibu Mardatina, Pak Suman selaku sopir tangki, serta seluruh pihak yang telah membantu warga Dusun Dangbigih,” ujar Aruf Kenzo.
Bantuan 18.000 liter tersebut disambut haru dan syukur oleh warga. Salah seorang warga, Musayyeroh, mengaku sangat bahagia karena kini memiliki air yang layak untuk diminum.
“Alhamdulillah, sudah ada air untuk diminum. Khusus untuk diminum, Pak. Kalau untuk mandi, air sejernih ini sayang, Pak. Terima kasih banyak,” ungkapnya dengan logat Madura.
Rasa terima kasih yang mendalam juga disampaikan Buswatun Hasana. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Aruf Kenzo yang telah menjadi jembatan aspirasi warga.
“Mator sakalangkong, Lek Ruf. Kalaben bedenah kakeh, tetanggeh bisa andik aeng se enomah,” ucapnya. Artinya, terima kasih Lek Ruf, berkat adanya kamu, tetangga bisa punya air untuk diminum di rumah.
Sementara itu, Bu Risky, seorang janda dengan tiga anak yang ditinggal wafat suaminya, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan.
“Mator sakalangkong, Pak. Cek asyukkureh, mor nemor deyyeh pas bedeh bantuan aeng, Pak,” ujarnya kepada petugas tangki.
Bagi warga Dusun Dangbigih, bantuan ini bukan sekadar air, melainkan bukti bahwa aspirasi mereka didengar dan diperjuangkan. Sinergi antara warga, Aruf Kenzo, dan PDAM Bangkalan menjadi contoh nyata pentingnya kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah rawan kekeringan.
Aruf Kenzo berharap perhatian terhadap krisis air bersih di wilayah Kokop, khususnya Dusun Dangbigih, terus ditingkatkan agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
(Azis).











