Jejak Janji Leluhur di Tengah Kemacetan: Puter Kayun Boyolangu Tetap Hidup, Meski Tak Sampai Watu Dodol

Banyuwangi —Times merah putih.com//Di tengah hiruk-pikuk arus balik Lebaran yang mengepung jalur utara Banyuwangi, satu tradisi tua tetap berdenyut: Puter Kayun. Bagi warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Banyuwangi, ritual yang digelar setiap 10 Syawal ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar turun-temurun untuk menepati janji kepada leluhur.

Sejak pagi, nuansa sakral sudah terasa. Dua dokar yang dihias megah berdiri anggun, menjadi simbol perjalanan napak tilas yang sarat makna. Di sampingnya, para kusir bersiap, menjaga tradisi yang terus bertahan di tengah perubahan zaman.

Salah satunya Abdul Mufid (65), kusir senior yang telah mengabdikan hidupnya sejak 1971. Baginya, Puter Kayun bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan perjalanan batin yang tak boleh terputus.

“Saya sudah jadi kusir sejak tahun 1971. Setiap tahun ikut Puter Kayun. Yang penting itu napak tilasnya,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Tradisi ini berakar dari kisah Ki Buyut Jakso, sosok yang diyakini sebagai leluhur pembuka akses jalan di kawasan utara Banyuwangi. Ketua panitia sekaligus tokoh pemuda Boyolangu, Risyal Alfani, menuturkan legenda tersebut masih hidup kuat dalam ingatan kolektif warga.

Konon, pada masa penjajahan Belanda, wilayah utara Banyuwangi terhalang gundukan batu besar yang tak mampu ditembus. Ki Buyut Jakso kemudian bersemedi di Gunung Silangu kini dikenal sebagai Boyolangu hingga akhirnya mampu membuka jalur tersebut. Lokasi itu kemudian dinamai Watu Dodol, yang berarti “batu yang dibongkar”.

Sebagai bentuk penghormatan, Ki Buyut Jakso berpesan agar keturunannya selalu melakukan napak tilas ke kawasan tersebut. Dari sanalah tradisi Puter Kayun lahir, dengan dokar sebagai kendaraan utama merefleksikan profesi mayoritas warga Boyolangu di masa lalu.

Namun tahun ini, perjalanan sakral itu tak berjalan seperti biasanya. Kemacetan parah menuju kawasan Pantai Watudodol akibat lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang memaksa iring-iringan dokar hanya berputar di dalam kota.
Kondisi ini tak menyurutkan semangat warga. Sebagian tetap berusaha mengiringi prosesi, meski harus beralih menggunakan sepeda motor untuk menembus kepadatan lalu lintas.

“Biasanya ikut rombongan pakai mobil, sekarang terpaksa pakai motor karena macet,” ujar salah satu warga.

Di balik keterbatasan tersebut, makna Puter Kayun tetap terjaga. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas sekaligus daya tarik wisata Banyuwangi.

“Tradisi ini bukan hanya ritual budaya, tapi juga aset wisata yang harus dijaga,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono.

Rangkaian Puter Kayun sendiri telah dimulai sejak 7 Syawal melalui tradisi Lebaran Kopat, dilanjutkan dengan Kebo-keboan pada 9 Syawal. Keseluruhan agenda dikemas dalam Boyolangu Traditional Culture, sebagai upaya menjaga kesinambungan budaya di tengah modernitas.

Meski langkah dokar tahun ini terhenti sebelum tujuan, semangat warga Boyolangu membuktikan satu hal: tradisi bukan soal sampai atau tidaknya perjalanan, melainkan tentang menjaga janji yang tak lekang oleh waktu.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

BUPATI BANGKALAN APRESIASI DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT, DORONG PRODUKTIVITAS PERTANIAN TEMBUS 10 TON/HA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Bupati Bangkalan *Lukman Hakim, S.IP., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI ...

Sinergi Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Bangkalan Gandeng 22 Puskesmas Lewat Kampanye Video 

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar Lomba Inovasi Video Akselerasi Capaian Imunisasi dan Kampanye GERMAS Pencegahan Stunting ...

BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi Perkuat Sinergi P4GN melalui Audiensi

foto: Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat, S.H., S.I.K., M.M. (kanan), menerima cendera mata dari Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut ...

BERSATU CEGAH NARKOBA, POLRES BANGKALAN GANDENG DITBINMAS POLDA JATIM DAN BNN JATIM GELAR EDUKASI PELAJAR

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com- Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, Polres Bangkalan menggandeng Ditbinmas Polda Jatim dan ...

POLRES BANGKALAN DALAMI PENYEBAB KEMATIAN PELAJAR DI KECAMATAN BLEGA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Polres Bangkalan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia di wilayah ...

SATPOLAIRUD DAN LANAL BATUPORON EVAKUASI MAYAT PRIA 58 TAHUN DI PESISIR SELATAN BANGKALAN

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Satpolairud Polres Bangkalan bersama Lanal Batuporon bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait ditemukannya sesosok mayat di ...
error: Content is protected !!