Makna Filosofi Lambang Karya Agus Flores: Simbol Persatuan Nusantara dan Kebangkitan Era Keemasan Indonesia

JAKARTA, — Sebuah lambang penuh filosofi dan nilai persatuan bangsa diperkenalkan oleh Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores. Lambang tersebut tidak hanya menjadi simbol organisasi, namun juga menggambarkan perjalanan panjang sejarah Nusantara, semangat Bhineka Tunggal Ika, hingga harapan menuju masa keemasan Indonesia.

Dalam penjelasannya, Agus Flores mengungkapkan bahwa setiap bagian dari lambang memiliki arti mendalam yang berkaitan dengan sejarah, budaya, dan persatuan bangsa Indonesia.

“17 sayap melambangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Ini simbol perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa,” ungkap Agus Flores.

Mahkota yang berada di kepala burung Garuda disebut melambangkan kebesaran para raja Bhayangkara kuno yang pernah menjaga Nusantara di masa lampau. Sementara mata tunggal di bagian mahkota menjadi simbol bahwa manusia tidak hidup abadi, sehingga setiap pemimpin harus meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi berikutnya.

Simbol keris dalam lambang tersebut memiliki makna mendalam sebagai pemersatu bangsa. Menurut Agus Flores, keris menjadi tanda bahwa tidak ada permusuhan antara Jawa dan Sunda, sebab perbedaan hanyalah sebatas kosa kata dan budaya, sementara hakikatnya seluruh masyarakat Indonesia tetap satu dalam Bhineka Tunggal Ika.

Agus Flores juga menyinggung perjalanan kerajaan besar Nusantara yang menjadi bagian sejarah panjang bangsa Indonesia. Mulai dari Kerajaan Salakatiga yang disebut berdiri sejak abad 130 Masehi, kemudian berlanjut ke Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Sriwijaya, Singosari, hingga Majapahit.

“Semua kerajaan itu adalah mata rantai kejayaan Nusantara yang tidak boleh dilupakan generasi sekarang,” tegasnya.

Warna biru pada lambang diartikan sebagai simbol kekuatan negara apabila TNI dan Polri tetap bersatu menjaga bangsa dan rakyat. Sedangkan warna keemasan menjadi pertanda bahwa Nusantara diyakini akan memasuki masa kejayaan baru di masa depan.

Logo bercahaya di dalam lambang disebut sebagai simbol kehidupan Nusantara yang terus hidup karena adanya cahaya persatuan, perjuangan, dan harapan rakyat Indonesia.

Tak hanya itu, selendang dalam lambang juga dimaknai sebagai penghormatan terhadap suku Dayak yang disebut sebagai salah satu suku tertua di Indonesia, sekaligus simbol akar budaya Nusantara yang tetap dijaga hingga kini.

Lambang karya Agus Flores tersebut kini menjadi perhatian berbagai kalangan karena sarat makna sejarah, persatuan, dan nasionalisme.

Di tengah berbagai tantangan bangsa, simbol itu disebut menjadi pengingat bahwa Indonesia hanya akan kuat apabila seluruh elemen bangsa tetap bersatu menjaga NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

BUPATI BANGKALAN APRESIASI DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT, DORONG PRODUKTIVITAS PERTANIAN TEMBUS 10 TON/HA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Bupati Bangkalan *Lukman Hakim, S.IP., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI ...

Sinergi Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Bangkalan Gandeng 22 Puskesmas Lewat Kampanye Video 

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar Lomba Inovasi Video Akselerasi Capaian Imunisasi dan Kampanye GERMAS Pencegahan Stunting ...

BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi Perkuat Sinergi P4GN melalui Audiensi

foto: Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat, S.H., S.I.K., M.M. (kanan), menerima cendera mata dari Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut ...

BERSATU CEGAH NARKOBA, POLRES BANGKALAN GANDENG DITBINMAS POLDA JATIM DAN BNN JATIM GELAR EDUKASI PELAJAR

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com- Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, Polres Bangkalan menggandeng Ditbinmas Polda Jatim dan ...

POLRES BANGKALAN DALAMI PENYEBAB KEMATIAN PELAJAR DI KECAMATAN BLEGA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Polres Bangkalan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia di wilayah ...

SATPOLAIRUD DAN LANAL BATUPORON EVAKUASI MAYAT PRIA 58 TAHUN DI PESISIR SELATAN BANGKALAN

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Satpolairud Polres Bangkalan bersama Lanal Batuporon bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait ditemukannya sesosok mayat di ...
error: Content is protected !!