Menyambut 1 Muharam 1448 H: Merajut Silaturahmi, Menjemput Keberkahan dan Meneladani Hijrah Rasulullah SAW Dalam Kebersamaan Keluarga Besar Bani R. Soemadi

Surabaya – Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka, melainkan momentum spiritual untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Arisan Keluarga Besar Bani R. Soemadi Banyuwangi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang digelar di kawasan Sutorejo, Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan dan keberkahan, puluhan anggota keluarga lintas generasi berkumpul dalam satu majelis kebersamaan. Tidak hanya menjadi ajang temu keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkokoh ukhuwah islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang diwariskan para sesepuh keluarga kepada generasi penerus.

Tahun Baru Hijriah mengingatkan umat Islam pada peristiwa agung hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah perjalanan yang bukan hanya perpindahan fisik, tetapi juga simbol perjuangan, pengorbanan, keimanan, dan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai hijrah inilah yang menjadi pesan utama dalam pertemuan keluarga besar Bani R. Soemadi.

Mewakili keluarga besar, Hari Apriyanto mengajak seluruh anggota keluarga untuk menjadikan momentum 1 Muharam sebagai sarana memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas kehidupan.

“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju akhlak yang lebih mulia, dari kelalaian menuju ketaatan, serta dari perpecahan menuju persaudaraan yang lebih erat. Semoga keluarga besar Bani R. Soemadi selalu diberikan keberkahan, kesehatan, dan persatuan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna dengan diawali doa bersama, tausiyah tentang makna pentingnya silaturahmi dan Tahun Baru Islam, serta ramah tamah keluarga. Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti acara ketika para anggota keluarga saling bersalaman, berbagi cerita, dan mengenang perjuangan para pendahulu keluarga yang telah meletakkan fondasi nilai-nilai agama, persaudaraan, dan gotong royong.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Hari Apriyanto, keluarga diajak untuk menjadikan tahun baru Hijriah sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya sukses dalam urusan dunia, tetapi juga semakin dekat kepada Allah SWT melalui peningkatan ibadah, kepedulian sosial, serta akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Heru Eko S selaku cucu tertua Keluarga Besar Bani R. Soemadi menyampaikan bahwa silaturahmi keluarga merupakan amanah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Keluarga yang kuat bukan hanya karena hubungan darah, tetapi karena adanya ikatan iman, kasih sayang, dan doa yang terus terjaga. Apa yang diwariskan para sesepuh bukan hanya nama besar keluarga, tetapi juga nilai-nilai keagamaan, akhlak, dan persaudaraan yang harus kita pertahankan bersama,” tuturnya.

Heru juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan kekeluargaan bukan sekadar tradisi sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Melalui silaturahmi, lahir rasa saling peduli, saling mendoakan, serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Momentum 1 Muharam 1448 H yang dirayakan Keluarga Besar Bani R. Soemadi menjadi bukti bahwa keluarga adalah madrasah pertama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak kepada generasi muda. Dari keluarga yang religius akan lahir generasi yang berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki kecintaan kepada agama dan bangsa.

Dengan semangat hijrah Rasulullah SAW, Keluarga Besar Bani R. Soemadi berkomitmen untuk terus menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan setiap pertemuan keluarga sebagai majelis keberkahan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal yang penuh rahmat, menghadirkan keberkahan dalam keluarga, melapangkan rezeki, menyehatkan jasmani dan rohani, serta mengantarkan seluruh anggota keluarga menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa istiqamah dalam kebaikan. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Lapas Kelas IIA Banyuwangi Bagikan Makanan Tambahan Bagi Warga Binaan Lansia

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen memberikan pemenuhan hak kesehatan secara optimal bagi seluruh warga ...

OTT KPK di BPN Bogor Memasuki Babak Krusial, MAKI Jatim Dorong Pengusutan Aliran Dana hingga Jejak Aset

SIDOARJO — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret sejumlah pejabat pertanahan dan pihak swasta dalam dugaan ...

Forum Intelektual Muda: Tradisi Demokrasi Nahdlatul Ulama Jawab Tantangan Polarisasi Politik Bangsa

Forum Intelektual Muda: Tradisi Demokrasi Nahdlatul Ulama Jawab Tantangan Polarisasi Politik Bangsa JAKARTA, 15 September 2026, Di tengah tantangan polarisasi ...

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN FASILITASI PEMULANGAN JENAZAH PMI ASAL GALIS YANG MENINGGAL DI MALAYSIA

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) memfasilitasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ...

Sabung Ayam Akhir Pekan di Desa Weru Disorot, Polres Kediri Diminta Bertindak

KEDIRI, — Aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Weru, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disebut masih berlangsung secara terbuka ...

Polemik Polis Prudential Syariah Memanas: Nasabah Somasi, Tuntut Pemulihan dan Siapkan Laporan ke OJK

SURABAYA, 14 September 2026 — Praktek penghentian polis secara sepihak (lapse) kembali memicu perselisihan hukum serius di sektor asuransi jiwa ...
error: Content is protected !!