Warga Desa Bayu Gelar Aksi Protes dan Penutupan Jalan, Desak Perbaikan Infrastruktur yang Bertahun-Tahun Rusak

BANYUWANGI – Kekecewaan masyarakat Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, memuncak. Warga menggelar aksi protes dengan melakukan penutupan sementara ruas jalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas kondisi jalan yang menurut mereka telah lama mengalami kerusakan dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat yang merasa keluhan mengenai infrastruktur jalan belum direspons dengan tindakan nyata. Warga menilai kondisi jalan yang rusak telah mengganggu aktivitas sehari-hari, meningkatkan risiko kecelakaan, menghambat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta berdampak terhadap roda perekonomian masyarakat.

Menurut aspirasi yang disampaikan warga, perhatian tidak hanya ditujukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi sebagai penyelenggara urusan infrastruktur sesuai kewenangannya, tetapi juga kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, termasuk PT Perkebunan Bayu Lor dan PT Wahana Energi Sejahtera (PLTMH Bayu). Sejumlah warga berharap perusahaan dapat menunjukkan kepedulian sosial melalui komunikasi yang baik serta, apabila sesuai dengan kebijakan perusahaan dan ketentuan yang berlaku, mempertimbangkan dukungan terhadap penanganan infrastruktur melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Masyarakat menilai bahwa jalan merupakan urat nadi perekonomian desa. Ketika akses transportasi rusak dalam waktu lama, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga oleh petani, pelaku UMKM, pelajar, pekerja, hingga kendaraan pelayanan publik dan kendaraan darurat.

Warga berharap seluruh pemangku kepentingan tidak saling melempar tanggung jawab, melainkan duduk bersama mencari solusi yang cepat, terukur, dan berkelanjutan. Mereka juga meminta adanya kepastian mengenai rencana perbaikan, termasuk jadwal pelaksanaan dan pihak yang bertanggung jawab.

Secara terpisah, masyarakat menyampaikan bahwa aksi penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi agar persoalan tersebut memperoleh perhatian serius. Mereka berharap dialog terbuka dapat segera dilakukan sehingga penyelesaian dapat ditempuh tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.

Dari sisi regulasi, penyelenggaraan jalan merupakan bagian dari pelayanan publik yang diatur dalam berbagai ketentuan perundang-undangan sesuai kewenangan masing-masing. Selain itu, perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat juga diharapkan membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar melalui komunikasi, kolaborasi, dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial sesuai peraturan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, PT Perkebunan Bayu Lor, maupun PT Wahana Energi Sejahtera (PLTMH Bayu) terkait aspirasi masyarakat dan rencana tindak lanjut atas kondisi jalan tersebut.

Media Nasional Ganesha Abadi akan terus memantau perkembangan persoalan ini serta membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sebagai bagian dari komitmen pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mengedepankan kepentingan publik.

(,,,,,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Lapas Kelas IIA Banyuwangi Bagikan Makanan Tambahan Bagi Warga Binaan Lansia

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen memberikan pemenuhan hak kesehatan secara optimal bagi seluruh warga ...

OTT KPK di BPN Bogor Memasuki Babak Krusial, MAKI Jatim Dorong Pengusutan Aliran Dana hingga Jejak Aset

SIDOARJO — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret sejumlah pejabat pertanahan dan pihak swasta dalam dugaan ...

Forum Intelektual Muda: Tradisi Demokrasi Nahdlatul Ulama Jawab Tantangan Polarisasi Politik Bangsa

Forum Intelektual Muda: Tradisi Demokrasi Nahdlatul Ulama Jawab Tantangan Polarisasi Politik Bangsa JAKARTA, 15 September 2026, Di tengah tantangan polarisasi ...

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN FASILITASI PEMULANGAN JENAZAH PMI ASAL GALIS YANG MENINGGAL DI MALAYSIA

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) memfasilitasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ...

Sabung Ayam Akhir Pekan di Desa Weru Disorot, Polres Kediri Diminta Bertindak

KEDIRI, — Aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Weru, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disebut masih berlangsung secara terbuka ...

Polemik Polis Prudential Syariah Memanas: Nasabah Somasi, Tuntut Pemulihan dan Siapkan Laporan ke OJK

SURABAYA, 14 September 2026 — Praktek penghentian polis secara sepihak (lapse) kembali memicu perselisihan hukum serius di sektor asuransi jiwa ...
error: Content is protected !!